Apa Itu Pengakuan Pendapatan dalam Dunia Akuntansi? Pengertian, Tahap, dan Contoh Kapan sebenarnya sebuah penjualan boleh dicatat sebagai pendapatan? Apakah saat uang muka diterima, saat barang dikirim, atau saat pekerjaan benar-benar selesai?Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi jawabannya diatur secara rinci dalam standar akuntansi keuangan.Kesalahan dalam menentukan waktu pengakuan pendapatan dapat membuat laporan laba rugi menyesatkan, bahkan tanpa ada niat kecurangan sama sekali, karena laba yang dilaporkan pada suatu periode bisa jadi lebih besar atau lebih kecil dari kondisi ekonomi yang sebenarnya terjadi.Untuk mengetahui pengakuan pendapatan dalam dunia akuntansi, Anda perlu memahami kapan pendapatan boleh diakui, standar yang mengaturnya, serta cara penerapannya. Simak artikel ini selengkapnya!Apa itu Pengakuan Pendapatan dalam Akuntansi?Pengakuan pendapatan (revenue recognition) adalah proses menentukan kapan suatu transaksi boleh dicatat sebagai pendapatan dalam laporan keuangan, serta berapa besar jumlah yang boleh diakui pada periode tersebut.Dalam buku Akuntansi Keuangan Menengah Edisi IFRS, pendapatan pada dasarnya diakui ketika perusahaan telah memenuhi kewajibannya untuk menyerahkan barang atau jasa kepada pelanggan, bukan semata-mata berdasarkan kapan kas diterima. Prinsip ini menjadi salah satu fondasi utama akuntansi berbasis akrual, yang membedakannya dari akuntansi berbasis kas (cash basis).Perbedaan keduanya adalah sebagai berikut: Basis akrual (accrual basis): Pendapatan dan beban diakui saat transaksi atau kewajiban ekonomi terjadi, meskipun kas belum diterima atau dibayarkan. Basis kas (cash basis): Pendapatan dan beban baru diakui saat kas benar-benar diterima atau dibayarkan. Pengakuan pendapatan menjadi area yang cukup sensitif dalam akuntansi karena berkaitan langsung dengan angka laba yang dilaporkan perusahaan.Mengakui pendapatan terlalu cepat dapat membuat kinerja perusahaan terlihat lebih baik dari kondisi sebenarnya, sementara mengakuinya terlalu lambat dapat membuat laporan keuangan tidak mencerminkan aktivitas ekonomi yang sesungguhnya sudah terjadi.Kedudukan Pengakuan Pendapatan dalam Standar Akuntansi Keuangan IndonesiaDi Indonesia, pengakuan pendapatan diatur dalam PSAK 72 yang merupakan adopsi dari IFRS 15 dan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2020.Sejak 1 Januari 2024, berdasarkan Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia yang diterbitkan IAI, PSAK 72 berubah nomor menjadi PSAK 115. Perubahan ini hanya merupakan penyesuaian penomoran untuk membedakan PSAK yang mengadopsi IFRS Accounting Standards dan tidak mengubah isi maupun prinsip pengakuan pendapatan. Oleh karena itu, referensi PSAK 72 pada literatur lama tetap merujuk pada ketentuan yang sama.PSAK 115 juga menggantikan beberapa standar sebelumnya, seperti PSAK 23 (Pendapatan), PSAK 34 (Kontrak Konstruksi), PSAK 44 (Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat), ISAK 10 (Program Loyalitas Pelanggan), dan ISAK 21 (Perjanjian Konstruksi Real Estat). Dengan demikian, seluruh entitas kini menggunakan satu standar yang sama dalam mengakui pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.Baca Juga: PSAK 72: Pengertian, 5 Tahapan, dan Poin Penting yang Harus DiperhatikanLima Tahap Model Pengakuan PendapatanPwC Indonesia menjelaskan bahwa PSAK 72 memperkenalkan model lima tahap yang harus dianalisis entitas sebelum mengakui pendapatan dari sebuah kontrak.1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelangganKontrak harus memenuhi kriteria tertentu, seperti disetujui para pihak dan menimbulkan hak serta kewajiban yang dapat dipaksakan.2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan (performance obligation) dalam kontrakSetiap janji untuk menyerahkan barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan diidentifikasi secara terpisah.3. Menentukan harga transaksiYaitu jumlah imbalan yang diperkirakan menjadi hak entitas sebagai imbalan atas penyerahan barang atau jasa yang dijanjikan.4. Mengalokasikan harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaanJika sebuah kontrak berisi lebih dari satu kewajiban pelaksanaan, harga transaksi harus dialokasikan secara proporsional ke masing-masing kewajiban tersebut.5. Mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas memenuhi kewajiban pelaksanaanInilah tahap akhir di mana pendapatan benar-benar dicatat dalam laporan keuangan, baik pada satu titik waktu maupun secara bertahap.Dua Waktu Pengakuan Pendapatan: At a Point in Time vs Over TimeSetelah menentukan kewajiban pelaksanaan, entitas perlu menetapkan apakah pendapatan diakui secara bertahap (over time) atau pada satu titik waktu (at a point in time).Pendapatan diakui secara bertahap apabila pelanggan menerima manfaat seiring pekerjaan dilakukan, aset yang dikerjakan berada dalam kendali pelanggan selama proses berlangsung, atau aset tersebut tidak memiliki penggunaan alternatif dan entitas berhak atas pembayaran atas pekerjaan yang telah diselesaikan. Contohnya adalah jasa konstruksi atau pengembangan perangkat lunak khusus.Apabila kondisi tersebut tidak terpenuhi, pendapatan diakui pada satu titik waktu, yaitu ketika pengendalian atas barang atau jasa telah berpindah kepada pelanggan. Contoh yang paling umum adalah penjualan barang, di mana pendapatan diakui saat barang diserahkan kepada pembeli, bukan ketika uang muka diterima.Baca Juga: Konservatisme Akuntansi: Pengertian, Metode, Jenis, ContohContoh Perhitungan Pengakuan Pendapatan dengan Metode Persentase PenyelesaianUntuk kontrak yang pendapatannya diakui secara bertahap, metode yang umum digunakan adalah metode persentase penyelesaian (percentage of completion), yang mengukur kemajuan pekerjaan berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan dibandingkan total estimasi biaya proyek.Sebagai ilustrasi, PT Bangun Jaya menandatangani kontrak pembangunan gudang senilai Rp1.000.000.000 dengan estimasi total biaya proyek sebesar Rp750.000.000. Pada tahun pertama, biaya aktual yang telah dikeluarkan adalah Rp300.000.000.Persentase penyelesaian = Rp300.000.000 ÷ Rp750.000.000 = 40%Pendapatan yang diakui tahun pertama = 40% × Rp1.000.000.000 = Rp400.000.000Laba kotor yang diakui tahun pertama = Rp400.000.000 − Rp300.000.000 = Rp100.000.000Jurnal untuk mencatat pengakuan pendapatan tahun pertama adalah sebagai berikut. Keterangan Debit Kredit Piutang Usaha / Tagihan Konstruksi Rp400.000.000 Pendapatan Konstruksi Rp400.000.000 Dengan metode ini, PT Bangun Jaya tidak perlu menunggu proyek selesai 100% untuk mulai mengakui pendapatan dan labanya, selama estimasi biaya dan tingkat penyelesaiannya dapat diukur secara andal, sesuai dengan prinsip yang diatur PSAK 72.Pengakuan Pendapatan Akuntansi vs Saat Terutangnya PPNHal yang sering terlewat adalah bahwa waktu pengakuan pendapatan menurut akuntansi tidak selalu sama dengan saat terutangnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN).Menurut IAI Jawa Timur, PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72) mengakui pendapatan ketika pengendalian atas barang atau jasa telah berpindah kepada pelanggan. Sementara itu, PPN dapat terutang pada saat penyerahan atau ketika pembayaran diterima lebih dahulu, sesuai ketentuan perpajakan.Sebagai contoh, ketika pelanggan membayar uang muka atas barang yang belum diserahkan, PPN dapat terutang saat uang muka diterima, tetapi pendapatan belum boleh diakui karena kewajiban pelaksanaan belum terpenuhi. Memahami perbedaan ini penting agar pencatatan akuntansi dan kewajiban perpajakan dilakukan secara tepat.Baca Juga: Pengakuan Pendapatan Menurut GAAP: Prinsip, Tahapan ASC 606, dan ContohnyaKesalahan Umum dalam Pengakuan Pendapatan1.Mengakui pendapatan saat menerima uang mukaPendapatan seharusnya baru diakui setelah kewajiban pelaksanaan terpenuhi, bukan ketika pembayaran diterima di muka.2. Tidak memisahkan kewajiban pelaksanaan dalam satu kontrakJika kontrak mencakup beberapa barang atau jasa, setiap kewajiban perlu diidentifikasi agar alokasi harga transaksi dan pengakuan pendapatan lebih akurat.3. Menggunakan estimasi biaya proyek yang tidak diperbaruiPada pengakuan pendapatan secara over time, estimasi biaya yang tidak akurat dapat menyebabkan persentase penyelesaian dan pendapatan yang diakui menjadi keliru.4. Menyamakan waktu pengakuan pendapatan dengan saat terutangnya PPNPadahal, aturan akuntansi dan perpajakan memiliki dasar pengakuan yang berbeda sehingga waktunya tidak selalu bersamaan.Baca Juga: 10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Perlu Anda KetahuiSusun Jurnal Umum yang Akurat dengan Mekari JurnalMenentukan waktu pengakuan pendapatan yang tepat, apalagi untuk kontrak jangka panjang dengan metode persentase penyelesaian, membutuhkan pencatatan yang konsisten dan mudah ditelusuri kembali.Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat setiap transaksi secara otomatis, sehingga jurnal umum yang dihasilkan mencerminkan pendapatan yang benar-benar sudah diakui sesuai periode akuntansinya.Dengan fitur Laporan Keuangan Bisnis Mekari Jurnal, Anda dapat: Menghasilkan laporan laba rugi, neraca, arus kas, dan perubahan ekuitas secara otomatis, sehingga pendapatan yang tercatat selalu sesuai dengan periode saat kewajiban pelaksanaan terpenuhi, bukan sekadar saat kas diterima. Memantau performa bisnis secara real-time melalui dashboard, lengkap dengan data dan grafik yang dapat disesuaikan untuk melihat tren pendapatan dari waktu ke waktu. Menyesuaikan format laporan sesuai kebutuhan bisnis, lalu mengunduh atau mengekspornya ke berbagai format seperti Excel maupun PDF untuk kebutuhan internal maupun eksternal. Memanfaatkan insight dan rekomendasi strategi berbasis AI, sehingga Anda dapat membaca tren pendapatan bisnis tanpa perlu menganalisis data mentah secara manual satu per satu. Susun jurnal umum yang akurat dengan Mekari Jurnal!Coba Gratis Sekarang!ReferensiIkatan Akuntan Indonesia (IAI), “Pengesahan PSAK 71, PSAK 72, dan Amendemen PSAK 62.”Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia.”PwC Indonesia, “PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers, A Comprehensive Look.”IAI Jawa Timur, “Dampak Perpajakan Penerapan PSAK 72.”Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Akuntansi Keuangan Menengah Edisi IFRS. Jakarta: Salemba Empat. FAQ Apa perbedaan pengakuan pendapatan dengan penerimaan kas? Apa perbedaan pengakuan pendapatan dengan penerimaan kas? Pengakuan pendapatan adalah proses mencatat pendapatan saat kewajiban pelaksanaan terpenuhi sesuai akuntansi akrual, sementara penerimaan kas adalah saat uang benar-benar diterima. Keduanya bisa terjadi pada waktu yang berbeda, misalnya saat pelanggan membayar uang muka sebelum barang diserahkan. Mengapa PSAK 72 berganti nomor menjadi PSAK 115? Mengapa PSAK 72 berganti nomor menjadi PSAK 115? Perubahan penomoran ini dilakukan IAI sejak 1 Januari 2024 untuk membedakan PSAK yang merujuk pada IFRS Accounting Standards dari yang tidak merujuk pada standar tersebut. Perubahan ini hanya bersifat administratif dan tidak mengubah prinsip maupun isi pengaturan pengakuan pendapatan itu sendiri. Apa saja lima tahap dalam model pengakuan pendapatan? Apa saja lima tahap dalam model pengakuan pendapatan? Kelima tahap tersebut adalah mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan, menentukan harga transaksi, mengalokasikan harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan, dan mengakui pendapatan saat kewajiban pelaksanaan terpenuhi. Apakah pengakuan pendapatan akuntansi selalu sama dengan saat PPN terutang? Apakah pengakuan pendapatan akuntansi selalu sama dengan saat PPN terutang? Tidak selalu. Pengakuan pendapatan akuntansi berdasarkan pada peralihan pengendalian barang atau jasa, sementara PPN dapat terutang lebih dulu, misalnya saat uang muka diterima sebelum barang atau jasa diserahkan. Apa dampak kesalahan pengakuan pendapatan terhadap laporan keuangan? Apa dampak kesalahan pengakuan pendapatan terhadap laporan keuangan? Kesalahan pengakuan pendapatan dapat membuat laba yang dilaporkan pada suatu periode menjadi lebih besar atau lebih kecil dari kondisi ekonomi sebenarnya, sehingga menyesatkan pengguna laporan keuangan dalam menilai kinerja perusahaan. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti : Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Apa Itu Pengakuan Pendapatan dalam Dunia Akuntansi? Pengertian, Tahap, dan Contoh Kapan sebenarnya sebuah penjualan boleh dicatat sebagai pendapatan? Apakah saat uang muka diterima, saat barang dikirim, atau saat pekerjaan benar-benar selesai?Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi jawabannya diatur secara rinci dalam standar akuntansi keuangan.Kesalahan dalam menentukan waktu pengakuan pendapatan dapat membuat laporan laba rugi menyesatkan, bahkan tanpa ada niat kecurangan sama sekali, karena laba yang dilaporkan pada suatu periode bisa jadi lebih besar atau lebih kecil dari kondisi ekonomi yang sebenarnya terjadi.Untuk mengetahui pengakuan pendapatan dalam dunia akuntansi, Anda perlu memahami kapan pendapatan boleh diakui, standar yang mengaturnya, serta cara penerapannya. Simak artikel ini selengkapnya!Apa itu Pengakuan Pendapatan dalam Akuntansi?Pengakuan pendapatan (revenue recognition) adalah proses menentukan kapan suatu transaksi boleh dicatat sebagai pendapatan dalam laporan keuangan, serta berapa besar jumlah yang boleh diakui pada periode tersebut.Dalam buku Akuntansi Keuangan Menengah Edisi IFRS, pendapatan pada dasarnya diakui ketika perusahaan telah memenuhi kewajibannya untuk menyerahkan barang atau jasa kepada pelanggan, bukan semata-mata berdasarkan kapan kas diterima. Prinsip ini menjadi salah satu fondasi utama akuntansi berbasis akrual, yang membedakannya dari akuntansi berbasis kas (cash basis).Perbedaan keduanya adalah sebagai berikut: Basis akrual (accrual basis): Pendapatan dan beban diakui saat transaksi atau kewajiban ekonomi terjadi, meskipun kas belum diterima atau dibayarkan. Basis kas (cash basis): Pendapatan dan beban baru diakui saat kas benar-benar diterima atau dibayarkan. Pengakuan pendapatan menjadi area yang cukup sensitif dalam akuntansi karena berkaitan langsung dengan angka laba yang dilaporkan perusahaan.Mengakui pendapatan terlalu cepat dapat membuat kinerja perusahaan terlihat lebih baik dari kondisi sebenarnya, sementara mengakuinya terlalu lambat dapat membuat laporan keuangan tidak mencerminkan aktivitas ekonomi yang sesungguhnya sudah terjadi.Kedudukan Pengakuan Pendapatan dalam Standar Akuntansi Keuangan IndonesiaDi Indonesia, pengakuan pendapatan diatur dalam PSAK 72 yang merupakan adopsi dari IFRS 15 dan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2020.Sejak 1 Januari 2024, berdasarkan Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia yang diterbitkan IAI, PSAK 72 berubah nomor menjadi PSAK 115. Perubahan ini hanya merupakan penyesuaian penomoran untuk membedakan PSAK yang mengadopsi IFRS Accounting Standards dan tidak mengubah isi maupun prinsip pengakuan pendapatan. Oleh karena itu, referensi PSAK 72 pada literatur lama tetap merujuk pada ketentuan yang sama.PSAK 115 juga menggantikan beberapa standar sebelumnya, seperti PSAK 23 (Pendapatan), PSAK 34 (Kontrak Konstruksi), PSAK 44 (Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat), ISAK 10 (Program Loyalitas Pelanggan), dan ISAK 21 (Perjanjian Konstruksi Real Estat). Dengan demikian, seluruh entitas kini menggunakan satu standar yang sama dalam mengakui pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.Baca Juga: PSAK 72: Pengertian, 5 Tahapan, dan Poin Penting yang Harus DiperhatikanLima Tahap Model Pengakuan PendapatanPwC Indonesia menjelaskan bahwa PSAK 72 memperkenalkan model lima tahap yang harus dianalisis entitas sebelum mengakui pendapatan dari sebuah kontrak.1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelangganKontrak harus memenuhi kriteria tertentu, seperti disetujui para pihak dan menimbulkan hak serta kewajiban yang dapat dipaksakan.2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan (performance obligation) dalam kontrakSetiap janji untuk menyerahkan barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan diidentifikasi secara terpisah.3. Menentukan harga transaksiYaitu jumlah imbalan yang diperkirakan menjadi hak entitas sebagai imbalan atas penyerahan barang atau jasa yang dijanjikan.4. Mengalokasikan harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaanJika sebuah kontrak berisi lebih dari satu kewajiban pelaksanaan, harga transaksi harus dialokasikan secara proporsional ke masing-masing kewajiban tersebut.5. Mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas memenuhi kewajiban pelaksanaanInilah tahap akhir di mana pendapatan benar-benar dicatat dalam laporan keuangan, baik pada satu titik waktu maupun secara bertahap.Dua Waktu Pengakuan Pendapatan: At a Point in Time vs Over TimeSetelah menentukan kewajiban pelaksanaan, entitas perlu menetapkan apakah pendapatan diakui secara bertahap (over time) atau pada satu titik waktu (at a point in time).Pendapatan diakui secara bertahap apabila pelanggan menerima manfaat seiring pekerjaan dilakukan, aset yang dikerjakan berada dalam kendali pelanggan selama proses berlangsung, atau aset tersebut tidak memiliki penggunaan alternatif dan entitas berhak atas pembayaran atas pekerjaan yang telah diselesaikan. Contohnya adalah jasa konstruksi atau pengembangan perangkat lunak khusus.Apabila kondisi tersebut tidak terpenuhi, pendapatan diakui pada satu titik waktu, yaitu ketika pengendalian atas barang atau jasa telah berpindah kepada pelanggan. Contoh yang paling umum adalah penjualan barang, di mana pendapatan diakui saat barang diserahkan kepada pembeli, bukan ketika uang muka diterima.Baca Juga: Konservatisme Akuntansi: Pengertian, Metode, Jenis, ContohContoh Perhitungan Pengakuan Pendapatan dengan Metode Persentase PenyelesaianUntuk kontrak yang pendapatannya diakui secara bertahap, metode yang umum digunakan adalah metode persentase penyelesaian (percentage of completion), yang mengukur kemajuan pekerjaan berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan dibandingkan total estimasi biaya proyek.Sebagai ilustrasi, PT Bangun Jaya menandatangani kontrak pembangunan gudang senilai Rp1.000.000.000 dengan estimasi total biaya proyek sebesar Rp750.000.000. Pada tahun pertama, biaya aktual yang telah dikeluarkan adalah Rp300.000.000.Persentase penyelesaian = Rp300.000.000 ÷ Rp750.000.000 = 40%Pendapatan yang diakui tahun pertama = 40% × Rp1.000.000.000 = Rp400.000.000Laba kotor yang diakui tahun pertama = Rp400.000.000 − Rp300.000.000 = Rp100.000.000Jurnal untuk mencatat pengakuan pendapatan tahun pertama adalah sebagai berikut. Keterangan Debit Kredit Piutang Usaha / Tagihan Konstruksi Rp400.000.000 Pendapatan Konstruksi Rp400.000.000 Dengan metode ini, PT Bangun Jaya tidak perlu menunggu proyek selesai 100% untuk mulai mengakui pendapatan dan labanya, selama estimasi biaya dan tingkat penyelesaiannya dapat diukur secara andal, sesuai dengan prinsip yang diatur PSAK 72.Pengakuan Pendapatan Akuntansi vs Saat Terutangnya PPNHal yang sering terlewat adalah bahwa waktu pengakuan pendapatan menurut akuntansi tidak selalu sama dengan saat terutangnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN).Menurut IAI Jawa Timur, PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72) mengakui pendapatan ketika pengendalian atas barang atau jasa telah berpindah kepada pelanggan. Sementara itu, PPN dapat terutang pada saat penyerahan atau ketika pembayaran diterima lebih dahulu, sesuai ketentuan perpajakan.Sebagai contoh, ketika pelanggan membayar uang muka atas barang yang belum diserahkan, PPN dapat terutang saat uang muka diterima, tetapi pendapatan belum boleh diakui karena kewajiban pelaksanaan belum terpenuhi. Memahami perbedaan ini penting agar pencatatan akuntansi dan kewajiban perpajakan dilakukan secara tepat.Baca Juga: Pengakuan Pendapatan Menurut GAAP: Prinsip, Tahapan ASC 606, dan ContohnyaKesalahan Umum dalam Pengakuan Pendapatan1.Mengakui pendapatan saat menerima uang mukaPendapatan seharusnya baru diakui setelah kewajiban pelaksanaan terpenuhi, bukan ketika pembayaran diterima di muka.2. Tidak memisahkan kewajiban pelaksanaan dalam satu kontrakJika kontrak mencakup beberapa barang atau jasa, setiap kewajiban perlu diidentifikasi agar alokasi harga transaksi dan pengakuan pendapatan lebih akurat.3. Menggunakan estimasi biaya proyek yang tidak diperbaruiPada pengakuan pendapatan secara over time, estimasi biaya yang tidak akurat dapat menyebabkan persentase penyelesaian dan pendapatan yang diakui menjadi keliru.4. Menyamakan waktu pengakuan pendapatan dengan saat terutangnya PPNPadahal, aturan akuntansi dan perpajakan memiliki dasar pengakuan yang berbeda sehingga waktunya tidak selalu bersamaan.Baca Juga: 10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Perlu Anda KetahuiSusun Jurnal Umum yang Akurat dengan Mekari JurnalMenentukan waktu pengakuan pendapatan yang tepat, apalagi untuk kontrak jangka panjang dengan metode persentase penyelesaian, membutuhkan pencatatan yang konsisten dan mudah ditelusuri kembali.Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat setiap transaksi secara otomatis, sehingga jurnal umum yang dihasilkan mencerminkan pendapatan yang benar-benar sudah diakui sesuai periode akuntansinya.Dengan fitur Laporan Keuangan Bisnis Mekari Jurnal, Anda dapat: Menghasilkan laporan laba rugi, neraca, arus kas, dan perubahan ekuitas secara otomatis, sehingga pendapatan yang tercatat selalu sesuai dengan periode saat kewajiban pelaksanaan terpenuhi, bukan sekadar saat kas diterima. Memantau performa bisnis secara real-time melalui dashboard, lengkap dengan data dan grafik yang dapat disesuaikan untuk melihat tren pendapatan dari waktu ke waktu. Menyesuaikan format laporan sesuai kebutuhan bisnis, lalu mengunduh atau mengekspornya ke berbagai format seperti Excel maupun PDF untuk kebutuhan internal maupun eksternal. Memanfaatkan insight dan rekomendasi strategi berbasis AI, sehingga Anda dapat membaca tren pendapatan bisnis tanpa perlu menganalisis data mentah secara manual satu per satu. Susun jurnal umum yang akurat dengan Mekari Jurnal!Coba Gratis Sekarang!ReferensiIkatan Akuntan Indonesia (IAI), “Pengesahan PSAK 71, PSAK 72, dan Amendemen PSAK 62.”Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia.”PwC Indonesia, “PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers, A Comprehensive Look.”IAI Jawa Timur, “Dampak Perpajakan Penerapan PSAK 72.”Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Akuntansi Keuangan Menengah Edisi IFRS. Jakarta: Salemba Empat. FAQ Apa perbedaan pengakuan pendapatan dengan penerimaan kas? Apa perbedaan pengakuan pendapatan dengan penerimaan kas? Pengakuan pendapatan adalah proses mencatat pendapatan saat kewajiban pelaksanaan terpenuhi sesuai akuntansi akrual, sementara penerimaan kas adalah saat uang benar-benar diterima. Keduanya bisa terjadi pada waktu yang berbeda, misalnya saat pelanggan membayar uang muka sebelum barang diserahkan. Mengapa PSAK 72 berganti nomor menjadi PSAK 115? Mengapa PSAK 72 berganti nomor menjadi PSAK 115? Perubahan penomoran ini dilakukan IAI sejak 1 Januari 2024 untuk membedakan PSAK yang merujuk pada IFRS Accounting Standards dari yang tidak merujuk pada standar tersebut. Perubahan ini hanya bersifat administratif dan tidak mengubah prinsip maupun isi pengaturan pengakuan pendapatan itu sendiri. Apa saja lima tahap dalam model pengakuan pendapatan? Apa saja lima tahap dalam model pengakuan pendapatan? Kelima tahap tersebut adalah mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan, menentukan harga transaksi, mengalokasikan harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan, dan mengakui pendapatan saat kewajiban pelaksanaan terpenuhi. Apakah pengakuan pendapatan akuntansi selalu sama dengan saat PPN terutang? Apakah pengakuan pendapatan akuntansi selalu sama dengan saat PPN terutang? Tidak selalu. Pengakuan pendapatan akuntansi berdasarkan pada peralihan pengendalian barang atau jasa, sementara PPN dapat terutang lebih dulu, misalnya saat uang muka diterima sebelum barang atau jasa diserahkan. Apa dampak kesalahan pengakuan pendapatan terhadap laporan keuangan? Apa dampak kesalahan pengakuan pendapatan terhadap laporan keuangan? Kesalahan pengakuan pendapatan dapat membuat laba yang dilaporkan pada suatu periode menjadi lebih besar atau lebih kecil dari kondisi ekonomi sebenarnya, sehingga menyesatkan pengguna laporan keuangan dalam menilai kinerja perusahaan. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti : Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.